Di tengah kenaikan biaya operasional, tagihan listrik yang membengkak sering menjadi perhatian utama perusahaan. Mencapai Efisiensi Energi di kantor bukanlah proyek besar yang rumit, melainkan serangkaian tindakan cepat dan terukur yang dapat segera mengurangi konsumsi daya. Mengidentifikasi dan menutup keran pemborosan secara kilat adalah kunci untuk menghemat anggaran bulanan sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. Penerapan Efisiensi Energi tidak hanya tentang penghematan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih bertanggung jawab dan modern.
Langkah pertama dalam audit energi kilat adalah memantau dan mencatat penggunaan daya utama. Di Kantor Pusat PT. Maju Bersama, yang terletak di Gedung Perintis, Lantai 5, Jakarta Selatan, tim Facilities Management memulai program Efisiensi Energi pada Senin, 2 September 2024. Mereka fokus pada tiga area utama pemborosan: pencahayaan, pendinginan udara (AC), dan peralatan standby.
1. Penataan Ulang Suhu AC dan Jadwal Operasi: AC adalah kontributor terbesar dalam konsumsi listrik kantor. Tim menetapkan suhu AC ideal pada 24 derajat Celsius dan memprogram semua unit untuk mati otomatis pada pukul 18.00 WIB, dua jam setelah jam kerja reguler selesai. Manajer Fasilitas, Bapak Hendra Wijaya, S.E., mencatat bahwa dengan menyesuaikan timer AC saja, mereka berhasil mengurangi konsumsi daya pendinginan hingga 15% dalam bulan pertama. Kebijakan ini diberlakukan secara ketat di semua 25 unit AC sentral di kantor tersebut.
2. Eliminasi Daya Standby (Phantom Load): Banyak peralatan kantor seperti monitor, charger laptop, mesin fotocopy, dan printer tetap menarik daya meskipun dalam keadaan mati atau sleep mode. Tim memasang smart power strips (terminal listrik pintar) di setiap workstation dan area umum. Terminal ini secara otomatis memutus aliran listrik ke perangkat-perangkat yang tidak aktif setelah pukul 19.00 WIB. Pada Kamis, 12 September 2024, tim melakukan pengecekan mendadak dan memastikan bahwa semua perangkat non-esensial telah terputus dari sumber daya.
3. Optimalisasi Pencahayaan: Pencahayaan yang berlebihan adalah pemborosan yang mudah dihindari. Tim mengganti semua sisa lampu fluorescent di area pantry dan meeting room menjadi LED, menyelesaikan proyek penggantian ini pada Jumat, 27 September 2024. Selain itu, mereka menerapkan prosedur yang mewajibkan karyawan di area dengan pencahayaan alami (dekat jendela) untuk tidak menyalakan lampu sebelum pukul 16.00 WIB.
Untuk memantau kemajuan, PT. Maju Bersama bekerja sama dengan Petugas Layanan PLN, Ibu Sofia Dewi, A.Md., untuk melakukan pembacaan meter listrik pada tanggal yang sama, yaitu setiap tanggal 1 setiap bulan. Data per 1 Oktober 2024 menunjukkan bahwa gabungan dari semua tindakan Efisiensi Energi kilat ini menghasilkan penghematan biaya listrik sebesar Rp 4.500.000 dibandingkan bulan sebelumnya. Ini menegaskan bahwa komitmen dan tindakan cepat dalam Efisiensi Energi adalah strategi paling efektif untuk menekan biaya operasional secara berkelanjutan.