Di belahan bumi Barat, sebuah fenomena alam yang luar biasa akan segera terjadi. Miliaran serangga, setelah menghabiskan 13 atau 17 tahun di bawah tanah, akan muncul secara massal. Ini adalah siklus hidup unik yang dimiliki oleh beberapa spesies serangga, khususnya jenis jangkrik periodical.
Jangkrik periodical ini menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai nimfa, bersembunyi di bawah tanah. Mereka makan getah dari akar pohon, tumbuh perlahan, dan menunggu waktu yang tepat. Periode panjang ini adalah salah satu siklus hidup terpanjang di dunia serangga.
Fenomena kemunculan massal ini disebut “brood” atau koloni. Ada beberapa jenis brood dengan siklus 13 tahun dan 17 tahun yang berbeda. Tahun 2024 menjadi istimewa karena dua brood besar, satu 13 tahun dan satu 17 tahun, muncul secara bersamaan di wilayah Amerika Serikat.
Kemunculan simultan dua brood ini sangat langka, terakhir terjadi 221 tahun lalu. Para ilmuwan memperkirakan triliunan jangkrik akan memenuhi pepohonan dan udara. Pemandangan ini spektakuler, sekaligus menciptakan suara dengungan keras yang khas.
Mengapa siklusnya begitu panjang dan prima? Para ilmuwan meyakini ini adalah strategi bertahan hidup yang cerdas. Dengan muncul dalam jumlah sangat besar dan pada interval prima, predator sulit mengkhususkan diri memangsa mereka. Jumlah yang melimpah membuat predator kenyang.
Setelah muncul ke permukaan, jangkrik-jangkrik ini akan kawin dan bertelur. Jantan akan menghasilkan suara keras untuk menarik betina. Setelah telur menetas, nimfa baru akan kembali masuk ke dalam tanah untuk memulai siklus panjang berikutnya.
Meskipun jumlahnya banyak dan suaranya bising, jangkrik ini umumnya tidak berbahaya bagi manusia. Mereka juga tidak merusak tanaman dewasa secara signifikan, meskipun pohon muda mungkin perlu dilindungi dari lubang telur yang dibuat betina.
Fenomena Alam ini adalah pelajaran berharga tentang keajaiban alam. Ini menunjukkan bagaimana evolusi menciptakan strategi bertahan hidup yang kompleks dan menakjubkan. Jangkrik periodical adalah bukti nyata keunikan dan ketahanan ekosistem.
Mengamati siklus 13 dan 17 tahun ini adalah kesempatan langka. Ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati. Fenomena ini juga menginspirasi penelitian lebih lanjut tentang misteri kehidupan di bumi.