HAKLI Ingatkan Bahaya Kualitas Air Buruk: Tips Mendapatkan Air Bersih yang Aman untuk Kesehatan Keluarga

Air adalah sumber kehidupan, namun kualitasnya seringkali terabaikan. Ikatan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) secara terus-menerus ingatkan bahaya kualitas air buruk yang dapat menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan serius. Konsumsi air yang tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan dapat menyebabkan penyakit diare, kolera, tifus, hingga hepatitis A. Oleh karena itu, memahami tips mendapatkan air bersih yang aman adalah langkah fundamental untuk melindungi kesehatan keluarga.

Kualitas air buruk tidak selalu terlihat. Air yang jernih sekalipun bisa saja terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Sumber pencemaran bisa berasal dari limbah rumah tangga, industri, pertanian, atau bahkan resapan dari septik tank yang tidak standar.

Bahaya Kualitas Air Buruk yang Diingatkan HAKLI:

  1. Penyakit Menular Lewat Air:
    • Ini adalah ancaman paling langsung. Bakteri E. coli, Salmonella typhi, atau virus Hepatitis A dapat menginfeksi tubuh melalui air minum yang tercemar, menyebabkan diare berat, tifus, atau penyakit kuning. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini.
  2. Kandungan Kimia Berbahaya:
    • Air dapat terkontaminasi oleh logam berat (timbal, merkuri), pestisida, atau bahan kimia industri yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis jangka panjang.
  3. Dampak pada Sanitasi dan Kebersihan:
    • Ketersediaan air bersih yang terbatas atau kualitasnya yang buruk juga akan memengaruhi praktik sanitasi dan kebersihan diri, seperti mencuci tangan, mandi, atau membersihkan makanan, sehingga meningkatkan risiko infeksi.
  4. Tips Mendapatkan Air Bersih yang Aman Menurut HAKLI:
  5. Prioritaskan Air Perpipaan (PDAM) Jika Tersedia:
    • Air PDAM umumnya sudah melalui proses pengolahan dan memenuhi standar baku mutu air minum. Pastikan instalasi pipa di rumah terawat dan tidak bocor.
  6. Masak Air Hingga Mendidih Sempurna:
    • Jika menggunakan air sumur atau sumber lain, masak air hingga mendidih sempurna (minimal 100°C selama 10 menit). Ini adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri, virus, dan parasit. Biarkan air dingin di wadah tertutup sebelum dikonsumsi.
  7. Gunakan Filter Air yang Teruji dan Bersertifikat:
    • Filter air, baik untuk keran maupun filter minum, dapat membantu menghilangkan sedimen, klorin, atau bahkan bakteri tertentu, tergantung jenis filternya. Pastikan filter yang digunakan memiliki sertifikasi dan diganti secara rutin.