Banyak warga mulai bertanya-tanya, apakah masih aman mengonsumsi ikan dari perairan kita saat ini? Menanggapi kekhawatiran tersebut, para ahli kesehatan lingkungan menjelaskan bahwa risiko tersebut dapat diminimalisir dengan cara pengolahan yang benar. Salah satu saran praktisnya adalah dengan selalu membuang bagian saluran pencernaan (jeroan) dan insang ikan secara bersih sebelum dimasak, karena di bagian itulah konsentrasi partikel plastik biasanya paling banyak ditemukan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap mengonsumsi hasil laut karena manfaat gizi seperti Omega-3 tetap sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun dengan catatan harus lebih selektif dalam memilih sumber tangkapan dan mengutamakan ikan dari perairan yang masih terjaga kebersihannya.
Sorotan utama dari kajian ini adalah bagaimana mikroplastik yang berasal dari limbah plastik rumah tangga dan industri yang terurai di lautan, kini telah terkonsumsi oleh berbagai jenis ikan, mulai dari ikan pelagis kecil hingga predator besar. Partikel ini sangat berbahaya karena memiliki sifat yang dapat mengikat racun kimia lain di air laut, seperti logam berat. HAKLI menekankan bahwa meskipun secara fisik ikan terlihat segar dan sehat, risiko adanya kontaminasi mikro di dalamnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Hal ini memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan pangan laut, mengingat ikan merupakan komoditas ekspor dan konsumsi harian yang sangat krusial bagi perekonomian masyarakat Sabang.
Di sisi lain, HAKLI Sabang juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan langkah preventif di hulu dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di wilayah pesisir. Pencemaran laut adalah masalah kolektif yang membutuhkan solusi dari segala lini. Jika sampah plastik terus dibuang ke laut, maka kualitas hasil laut kita akan terus menurun di masa depan. Pendidikan lingkungan kepada para nelayan dan pelaku industri pariwisata mengenai manajemen sampah menjadi agenda rutin yang digalakkan. Melindungi laut Sabang berarti melindungi kesehatan masyarakatnya dan memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan protein laut yang berkualitas tinggi tanpa dihantui rasa takut akan kontaminasi kimia.