Sabang, sebagai titik nol kilometer Indonesia, dianugerahi kekayaan bawah laut yang menjadi daya tarik dunia. Namun, keindahan ekosistem terumbu karang dan kejernihan airnya terus terancam oleh limbah domestik dan sampah kiriman. Guna mempertahankan keindahan tersebut, upaya untuk jaga birunya laut Sabang terus digelorakan oleh berbagai pihak. Kelestarian laut bukan hanya soal pariwisata, melainkan soal keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada hasil laut. Laut yang bersih adalah cermin dari peradaban masyarakatnya yang menghargai alam sebagai pemberi kehidupan.
Salah satu penggerak utama dalam upaya pelestarian ini adalah melalui aksi HAKLI Sabang yang konsisten memberikan edukasi tentang kesehatan lingkungan pesisir. Para ahli lingkungan ini menyadari bahwa menjaga laut tidak bisa dilakukan hanya dengan aksi sesekali, melainkan harus melibatkan kesadaran kolektif yang mendalam. Mereka rutin melakukan pemantauan kualitas air dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke laut. HAKLI berperan sebagai jembatan ilmu pengetahuan yang menjelaskan dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia melalui ikan yang dikonsumsi sehari-hari.
Kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada kolaborasi yang erat bersama masyarakat lokal yang tinggal di garis pantai. Nelayan dan pelaku wisata diajak untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan perairan. Mereka diajarkan untuk tidak membuang sampah dari kapal dan ikut serta dalam kegiatan beach clean-up secara berkala. Kesadaran ini sangat penting karena masyarakat lokal adalah pihak yang paling pertama merasakan dampak jika laut mereka tercemar. Dengan melibatkan warga dalam setiap program, rasa memiliki terhadap laut menjadi semakin kuat, sehingga upaya pengawasan lingkungan terjadi secara organik tanpa perlu paksaan.
Fokus utama dari kegiatan di wilayah pesisir ini juga mencakup pembangunan sanitasi yang sehat di pemukiman warga dekat pantai. HAKLI memberikan bantuan teknis mengenai pembuatan septic tank yang ramah lingkungan agar limbah kotoran tidak merembes dan mencemari air laut. Hal ini sangat krusial di wilayah kepulauan seperti Sabang, di mana kualitas air tanah dan laut sangat berkaitan erat. Pendidikan lingkungan juga diberikan kepada anak-anak sekolah di sekitar pantai melalui program “Sahabat Laut”, agar sejak dini mereka memahami bahwa membuang satu lembar plastik ke laut dapat membunuh mahluk hidup di bawahnya.