Sebagai wilayah kepulauan yang berada di ujung paling barat Indonesia, Pulau Weh atau yang lebih dikenal dengan Kota Sabang, memiliki karakteristik geologi vulkanik yang unik. Di balik pesona wisatanya yang memukau, Sabang menghadapi tantangan krusial dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar penduduknya, terutama air bersih. Di pulau yang dikelilingi oleh air laut yang luas, sumber air tawar menjadi aset strategis yang menentukan keberlangsungan hidup dan kemandirian daerah. Konsep Kedaulatan Air di Sabang pun muncul sebagai sebuah misi besar untuk mencari, memetakan, dan menjaga sumber-sumber kehidupan yang tersembunyi di rimbunnya hutan pegunungan pulau tersebut.
Langkah utama dalam mewujudkan misi ini adalah melalui kegiatan Eksplorasi yang sistematis terhadap titik-titik Mata Air yang berada di kawasan dataran tinggi. Pegunungan di Sabang bertindak sebagai tangkapan air alami yang menyimpan air hujan di dalam lapisan batuan vulkanik bawah tanah. Air yang meresap melalui hutan lindung di area Puncak Cot Kulam dan sekitarnya kemudian muncul kembali sebagai aliran jernih di kaki-kaki bukit. Proses pemetaan ini sangat penting agar pemerintah daerah memiliki data yang akurat mengenai debit air dan potensi pemanfaatannya bagi masyarakat luas tanpa harus merusak keseimbangan ekosistem hutan yang ada.
Memperjuangkan Kedaulatan Air berarti memastikan bahwa sumber daya vital ini dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Di Sabang, keberadaan Mata Air pegunungan tidak hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga mendukung sektor pariwisata yang kian berkembang pesat. Namun, ketergantungan pada alam menuntut tanggung jawab besar dalam menjaga wilayah hulu. Jika hutan pegunungan mengalami degradasi, maka kemampuan tanah untuk menyimpan air akan menurun, yang berakibat pada mengecilnya debit air saat musim kemarau. Oleh karena itu, program Eksplorasi ini selalu dibarengi dengan upaya konservasi dan penanaman kembali vegetasi di area resapan.
Secara teknis, air yang berasal dari Mata Air pegunungan di Sabang memiliki kualitas yang sangat baik karena telah melewati filtrasi batuan alami selama bertahun-tahun. Hal ini memberikan keuntungan bagi daerah dalam mengurangi biaya pengolahan air kimiawi yang mahal. Untuk memperkuat Kedaulatan Air, pembangunan infrastruktur perpipaan dari pegunungan menuju pemukiman warga dilakukan dengan prinsip gravitasi, yang secara signifikan menghemat konsumsi energi listrik. Langkah-langkah strategis ini membuktikan bahwa dengan memahami geografi lokal, Sabang dapat memenuhi kebutuhan airnya secara efisien dan ramah lingkungan.