Kualitas Air Sabang Terjaga: Hasil Pantauan Berkala HAKLI di Pesisir

Upaya untuk memastikan kualitas air Sabang terjaga dilakukan melalui serangkaian pengujian parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi yang ketat. Air yang digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha pariwisata harus memenuhi standar baku mutu kesehatan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit kulit atau diare. Mengingat struktur tanah di Sabang yang didominasi batuan vulkanik dan kapur, perlindungan terhadap sumber air tanah dari kontaminasi bakteri E. coli menjadi prioritas utama. HAKLI bekerja sama dengan laboratorium kesehatan daerah untuk memetakan zona-zona aman sumber air baku dan memberikan rekomendasi teknis mengenai konstruksi sumur yang saniter bagi warga di wilayah pesisir.

Penyajian data mengenai hasil pantauan berkala merupakan bentuk transparansi publik yang dilakukan oleh para ahli kesehatan lingkungan. Pemantauan ini tidak hanya dilakukan pada sumber air minum, tetapi juga pada kualitas air laut di area pantai yang menjadi pusat aktivitas wisata seperti Iboih dan Gapang. Tingkat kekeruhan air, kandungan nitrat, serta keberadaan minyak dan lemak dipantau secara rutin untuk mendeteksi adanya kebocoran limbah cair dari penginapan atau kapal wisata. Data ini sangat krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan bagi pemerintah kota dalam memberikan izin usaha maupun dalam melakukan penataan ruang wilayah pesisir yang berbasis pada daya dukung lingkungan.

Keterlibatan aktif para anggota HAKLI di pesisir Pulau Weh mencakup edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD). Banyak pemukiman yang berada tepat di pinggir pantai, sehingga risiko pembuangan limbah langsung ke laut sangat besar jika tidak dilakukan pendampingan. Tenaga sanitarian memberikan pelatihan mengenai pembuatan tangki septik yang kedap air agar tidak mencemari air tanah yang menjadi sumber air bersih warga. Kesadaran kolektif ini adalah kunci utama mengapa kualitas lingkungan di Sabang masih relatif lebih baik dibandingkan daerah wisata pesisir lainnya di Indonesia yang sudah mengalami degradasi lingkungan.

Selain pengawasan teknis, para ahli juga memberikan edukasi mengenai pengolahan air sederhana bagi rumah tangga. Di beberapa wilayah yang sulit mendapatkan akses air perpipaan, warga diajarkan teknik filtrasi dan disinfeksi air agar layak dikonsumsi. Inisiatif ini sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir secara mandiri. Sabang yang bersih dan sehat akan memberikan citra positif di mata wisatawan internasional, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah. HAKLI berperan sebagai penjaga gawang kesehatan lingkungan yang memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kualitas sumber daya alam yang paling mendasar, yaitu air bersih.