Sebagai wilayah kepulauan dengan potensi laut yang melimpah, menjaga kesegaran hasil perikanan merupakan faktor kunci dalam mendukung ketahanan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Standar kualitas pangan yang tinggi sangat bergantung pada bagaimana produk dikelola sejak ditangkap hingga sampai ke tangan konsumen tanpa mengalami kontaminasi bakteri. Hal ini menjadi fokus utama dalam memberikan pariwisata aman sehat bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan laut khas Aceh yang berkualitas. Untuk mencapai standar tersebut, dilakukan audit rantai dingin (cold chain management) secara berkala pada setiap gudang penyimpanan dan fasilitas pembekuan ikan yang berlokasi di area strategis Pelabuhan Sabang.
Audit rantai dingin mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap stabilitas suhu di dalam ruang pendingin (cold storage) guna memastikan tidak terjadi fluktuasi yang dapat merusak struktur protein ikan. Ikan merupakan komoditas yang sangat cepat mengalami pembusukan (perishable) jika tidak segera didinginkan pada suhu di bawah 0 derajat Celsius. Selama proses audit, tim sanitarian memantau ketersediaan pasokan listrik cadangan dan kebersihan alat angkut yang digunakan saat bongkar muat di dermaga. Ketidakteraturan suhu, meskipun hanya terjadi dalam waktu singkat, dapat memicu pertumbuhan bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika ikan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat atau wisatawan.
Selain teknis suhu, aspek higienitas pekerja dan kebersihan peralatan di gudang penyimpanan juga menjadi poin penting dalam penilaian audit. Pekerja diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung dan mengikuti prosedur sanitasi yang ketat agar tidak terjadi kontaminasi silang antara hasil laut dengan lingkungan sekitar. Pelabuhan Sabang sebagai pusat distribusi utama harus memiliki sistem pelacakan (traceability) yang baik, di mana setiap muatan ikan dapat diketahui asal-usulnya dan durasi penyimpanannya. Dengan sistem audit yang transparan, kepercayaan pasar terhadap hasil laut dari Sabang akan meningkat, baik untuk pasar domestik maupun kebutuhan ekspor ke mancanegara yang memiliki standar keamanan pangan sangat ketat.