Penataan kebersihan di area berkumpulnya massa dalam jumlah besar membutuhkan perencanaan sanitasi yang terstruktur dan responsif di arena festival. Manajemen limbah umum ini disinergikan dengan manajemen pengelolaan limbah medis yang ditempatkan pada pos-pos pertolongan pertama kejuaraan. Penempatan stasiun tempat sampah terpilah di sepanjang tribun penonton menjadi langkah vital untuk mengendalikan timbulan sampah acara. Petugas sanitarian disiagakan untuk mengawal alur pengumpulan limbah dari penonton.
Setiap stasiun pembuangan sampah dilengkapi dengan tiga jenis wadah yang dibedakan melalui warna serta label penunjuk yang sangat jelas. Tempat sampah warna hijau disediakan untuk sampah organik, warna kuning untuk sampah anorganik daur ulang, serta warna merah untuk limbah berbahaya. Petugas pengawas memberikan imbauan secara berkala melalui pengeras suara agar penonton membuang sampah sesuai dengan kategori wadahnya. Edukasi langsung ini secara efektif menaikkan partisipasi penonton.
Pengangkutan sampah dari tribun dilakukan secara berkala oleh tim kebersihan menggunakan armada troli tertutup tanpa menunggu wadah penuh. Langkah ini dilakukan guna mencegah penumpukan sampah yang dapat menimbulkan bau tidak sedap serta mengundang hinggapan lalat di tempat duduk penonton. Sampah yang terkumpul langsung dibawa ke tempat penampungan sementara arena untuk dipilah lebih lanjut bersama komunitas daur ulang. Kebersihan tribun terjaga sepanjang festival berlangsung.
Penerapan sistem pemilahan sampah di tribun penonton terbukti berhasil menghemat waktu dan biaya pengelolaan limbah pasca acara selesai diselenggarakan. Persentase sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan kertas yang dapat didaur ulang meningkat pesat dibanding festival sebelumnya. Tribun yang bersih dari ceceran makanan memberikan rasa nyaman yang maksimal bagi para pengunjung festival. Lingkungan arena tanding pun tampak indah dan terawat.
Penyelenggara acara bekerjasama dengan relawan lingkungan untuk memberikan edukasi kebersihan secara langsung kepada penonton di lorong-lorong tribun. Penonton yang tertib membuang sampah terpilah mendapatkan suvenir ramah lingkungan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka. Pendekatan persuasif ini sukses mengubah perilaku massa menjadi lebih peduli terhadap sanitasi tempat umum. Budaya membuang sampah secara benar berhasil ditanamkan.
Pengelolaan tempat sampah terpilah pada festival olahraga dan seni ini menjadi percontohan sukses bagi penyelenggaraan event besar lainnya di daerah. Sinergi yang baik antar pengelola, petugas sanitarian, dan pengunjung menjadi pilar utama terwujudnya arena yang higienis. Pihak kesehatan lingkungan berkomitmen untuk terus mengawal standar sanitasi acara publik secara konsisten. Kebersihan arena menjadi cermin budaya bangsa.