Penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, kini menjadi perhatian serius di wilayah Sabang. Sebagai daerah kepulauan yang memiliki interaksi erat antara aktivitas manusia, ternak, dan satwa liar, risiko penyebaran penyakit ini tidak dapat dianggap sepele. Menyadari urgensi tersebut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Sabang mengadakan program sosialisasi intensif mengenai langkah-langkah pencegahan efektif di lingkungan masyarakat dan sektor peternakan lokal.
Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari peternak, pemilik rumah makan, hingga aparat desa. Fokus utama materi yang disampaikan oleh para ahli kesehatan lingkungan adalah pentingnya menjaga kebersihan kandang, pengelolaan limbah kotoran hewan, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi individu yang sering berinteraksi dengan hewan. Penyakit zoonosis yang sering menjadi ancaman, seperti flu burung, rabies, atau leptospirosis, memiliki potensi penyebaran yang cepat jika sistem sanitasi lingkungan tidak dikelola dengan baik.
Dalam pemaparannya, tim HAKLI Sabang menekankan bahwa kunci utama dalam memutus rantai penularan zoonosis adalah melalui pendekatan One Health. Pendekatan ini mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Ahli kesehatan lingkungan bertugas memastikan bahwa ekosistem tempat tinggal manusia tidak tercemar oleh limbah biologis hewan yang berpotensi membawa patogen. Misalnya, pembuangan limbah ternak yang tidak tepat ke badan air dapat menyebabkan kontaminasi lingkungan yang luas, yang pada akhirnya memicu wabah di pemukiman warga.
Selain aspek teknis, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini. Masyarakat didorong untuk segera melapor kepada petugas kesehatan setempat atau ke instansi terkait jika ditemukan hewan ternak yang sakit mendadak atau ada indikasi kematian massal pada populasi hewan di lingkungan sekitar. Kecepatan respons masyarakat dalam melaporkan kejadian ini menjadi faktor krusial dalam mencegah eskalasi penyakit menjadi wabah yang lebih besar. HAKLI Sabang berkomitmen untuk menjadi pendamping masyarakat dalam membangun sistem peringatan dini yang efektif berbasis komunitas.
Program ini juga mendapat dukungan dari dinas kesehatan dan instansi terkait di Sabang, yang menunjukkan bahwa upaya pengendalian zoonosis membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. HAKLI Sabang berperan sebagai katalisator dalam menyatukan langkah antara pemerintah dan warga. Edukasi ini juga menyentuh pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi mereka yang bekerja langsung dengan hewan ternak atau dalam penanganan limbah hewan. Langkah sederhana namun krusial ini sering kali diabaikan, sehingga pengingatan terus-menerus melalui sosialisasi menjadi hal yang sangat diperlukan.